Friday, July 31, 2009

serikandi ummu sulaim

Posted by UmmuL SyabinaR at Friday, July 31, 2009 0 comments

dia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Ansor suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah ayah saudaranya yang bernama Malik bin Nadhar memperisterikannya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita solehah yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.

Pada saat Rasululllah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim terus memeluk agama Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahiliah


Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui isterinya telah memeluk Islam. Dengan dada gemuruh kerana marah, ia berkata pada Ummu Sulaim: "Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!"

"Saya tidak murtad. Justeru saya kini telah beriman," jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil untuk mengucapkan dua kalimah syahadah.

Melihat kesungguhan istreinya serta pendiriannya yang tak mungkin menggoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak mampu mengendalikan amarannya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai isterinya mahu kembali kepada agama nenek moyang mereka. dia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan ia bertemu dengan musuhnya, kemudian dia dibunuh..

Saat mendengar khabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan beliau berkata, "Saya akan tetap menyusui Anas sampai dia tak mahu menyusu lagi, dan saya tidak akan sekali-kali ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku."

Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah solallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira. Dan dari semua keputusannya itu, Ummu Sulaim kemudian banyak dibicarakan orang dengan rasa kagum.

Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawapan Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meskipun Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,

"Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahawa sembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mahu menyulutnya api nescaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu."

Perkataan Ummu Sulaim amat menghentam dadanya. Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar. Namun itu semua merupakan realiti yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa.disebabkan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, lain kesempatan yang datang lagi menjumpai ibunda Anas dan membawa mahar yang lebih mewah serta kehidupan kaya.

Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakkannya yang halus ia menjawab, "Sesungguhnya saya tidak terdaya menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak rela bagiku menikah denganmu. Cuba Anda teka apakah keinginan saya?"

"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah. "Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," kata Ummu Sulaim spontan.

"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" Tanya Abu Thalhah. "tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hinnga tanpa terasa di hadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahawa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."

Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Anas, "Bangunlah wahai Anas."

Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

Abu Thalhah sendiri adalah seorang koperat ternama dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai iaitu tanah perkebunan "Bairuha". Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:

"Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." (Ali Imran:92)

Mendengar ayat ini, Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan, "Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak Anda, wahai Rasulullah."

Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, "Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk keluarga kalian."

Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak suadaranya dan anak keturunan bapa saudaranya. Tidak berapa lama Alah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu Umair. Suatu hari, burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu telah lalulah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan bertanya, "Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?"

Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan sabar ini. Tiba-tiba saja, cahayamata mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya begitu cemas dan susah hati. Padahal ia adalah putera kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah kesihatan dan keadaan puteranya dan dia belum merasa tenang apabila belum melihatnya. Tepat pada waktu solat, Abu Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, puteranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.

Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu Sulaim lantas menidurkan puteranya di atas katil dan melafazkan berulang-ulang kali, "Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un." Dengan suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, "Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal puteranya pada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya."

Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah kering. dia menyambut kedatangan suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.

"Bagaimana keadaan puteraku sekarang?"

"Dia lebih tenang dari biasanya." Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.

Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok puteranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga mengira puteranya dalam keadaan sihat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.

Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menenteramkan suaminya perihal puteranya, karana dia menyedari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia membiarkan suaminya tertidur.

Menjelang subuh, barulah Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, "Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si peminjam enggan mengembalikannya?"

"Tidak," jawab Abu Thalhah.

"Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?" "Wah, mereka benar-benar tidak waras," Abu Thalhah menukas.

"Demikian pula puteramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia," kata Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, "Kenapa baru sekarang kau memberitahuku?"

Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirjak dan memuji Allah dengan hati yang tenang.

Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, "Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua."

Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putera yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami isteri itu disebabkan suatu peristiwa. hinggakan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji syurga dalam sabdanya

"Aku memasuki syurga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya "Siapakah ini?" Penghuni syurga spontan menjawab "Ini adalah Rumaisha binti Milhan, ibu Anas bin Malik."

Selamat untukmu Ibunda Anas!

..teringat..

Posted by UmmuL SyabinaR at Friday, July 31, 2009 0 comments


muhammad-baju putih
mujahid-baju hitam
ziyad-baju biru
mubarak-baju oren







lokasi : bilik mereka
lagu : kegemilangan islam
hubungan : adik beradik kesemuanya(anak2 pegawai kedah-mesir)
bakat : bermain muzik dan bernasyid
tujuan ana letak kat sini : tetiba ja teringat..huhu

Thursday, July 23, 2009

kenapa lama menyepi?

Posted by UmmuL SyabinaR at Thursday, July 23, 2009 4 comments
assalamualaikum..hmm...sihat semuanya?syukur alhamdulillah Allah masih berikan nikmat kesihatan buat kita semua..dengan nikmat kelapangan ini juga ana tergerak hati untuk membuang segala sawanag2 yang ada di blog ini....hehe "kenapa lama menyepi??" ana telah ditanya oleh seseorang tentang soalan ini..kenapa eh...huhu "saya amat sibuk ketika ini.."..buat apa la yang sibuk tu...mengajar ke?ada program?jadi fasi lagi?pergi mengaji ke?..huhu bila la ana nak buat semua ni macam tahun lepas ana balik...hmmm tapi tahun ini amatlah berbeza dari tahun lepas..disini ana lampirkan aktiviti mulia ana untuk org2 yang kat mesir tuu..haha

7pg-8pg : jadi driver hantar mama dan adik pergi sekolah.
8pg-10pg : membuat kerja2 amal seperti sidai baju,mengemas,menyapu sampah dan sewaktu dgn nya.
10pg-11pg : bagi mandi ammar,membakar dan membalut tungku(ini untuk org lepas bersalin,sejenis besi yg agak pjg,teramatla berat bagi ana laa..caranya letakkan diatas dapur kemudian letakkan anak batu dihujungnya supaya takpanas tempat pemegang. dah agak panas tu angkat balut dgn kain lama yang tak guna tu..jgn pi ambik kain baju pulak terbakar kang. then balut dengan daun kapal terbang atau daun lemuni atau daun mengkudu..sekian)~perlu ke ana menceritakan semua ini pada kalian???adoyai....
11pg-12tghari : memasak..hihi antara menu yang jemu kena masak ialah "ayam masak lada"
untuk pengetahuan semua ini adalah masakan untuk org dalam pantang..kalau pantang 60hari?? takkan nak makan ni je? jawapannya adalah tidak...kalau ana dah taklarat nak masak menu ini ana akan menukar kepada menu "gelama masak asam"..kesian kak bal ye..hari2 makan ayam dgn ikan gelama jee..huhu sabar jelah..kesian kat ana gak hari2 kena masak ayam dgn ikan gelama jee..........huhu mesti adik beradik satu hati kat mesir tu kagum dgn ana kan? suka untuk ana katakan disini..."saya dah boleh masak sikit2.." macam tak best je bunyi..."saya dah terer memasak" hehehe
1ptg-4ptg : main2 dgn ammar yang suka tidur time ni..kadang2 kacau dia..hihi
5ptg-6ptg : pergi ambil mama dan adik..kadang2 singgah kedai makan abang kat depan tuu..."pau" apa yang patut..hehe selalunya air milo laa..(faham ke tak ni.....)
6ptg-7ptg : membantu mama berkebun..opps...! silap...menengok mama berkebun..huhu taksuka nya berkebun....tolong...bila agaknya ana ni nak rajin macam mama..asyik tanam pokok je.. ana balik2 terkejut tol tetiba ada pokok yang tidak pernah ditemui sebelum ini...berikut adalah pokok yang tiba2 je boleh tumbuh ..hihi (mama yang tanam la....)




pokok kaktus...~baru sahaja ditanam








kaktus lagi






pokok mempelam atau pokok mangga..isinya tersangatlah manis dan sedap ..kalu dijual harganya 4biji rm10..kalo kat disini ..berbiji2 pun free..hihi





orkid..alamak ternampak mama..cepat larii..




bongsai??yeke...tak tahu laa...





"kau mawarku.."warna pink taktahan tuh...wangi...(abaikan yang sebelah nye..sila buat2 taknampak)
keladi??huhu sapa la parking keta sampai kedepan tu...kena pokok mama kang..ish2..



buah mata kucing...sungguh tak sangka..manis pulak tu...



buah amra...betul ke namanye ni?yang ni besar sikit..





buah amra lagi...yang agak kecil..rasanya manis masam2..rapuh..kat mesir takde ye..harap maklum.



"citam" dan "cirah" ..hehe nmpk tak seorang wanita di beranda rumah ana itu?ya..beliau adalah seorang wanita yang sangat rajin..untuk pengetahuan semua beliau sedang membasuh beranda dan tingkap..rajin kan..ya memang sangat rajin sehingga terpaksa menarik paip getah lalu menyiramnya seperti menyiram kearah pokok tanpa menghiraukan org yang akan mop nanti..org yang telah mengemop sebanyak 8kali itu adalah ana..huhu ini menyebabkan kawasan itu tersangat lah bersih...hihi
8mlm-9mlm : selesai masak dan makan kemudian baca buku sikit2 la..menghafal Quran ke..huhu~rajin tol.. pastu tengok tv..(entah pape) kadang2 buka ternet tgkla apa yang patut..hmm..bosannn....



ok sekian sahaja laporan ana untuk kali ini..tugas2 yang ana lakukan ini sangat mulia bukan? hmm...doa untuk ana ye..natijah dah nak keluar...ana nak najah..huhu semua org nak najah jugak..."Ya Allah..berikanlah kejayaan kepada kami..duniaMU dan akhiratMU..." jom nak pergi masak...jaga diri,jaga iman,jaga akhlak..salam..

"akhlak bunga diri,hilang akhlak hilanglah seri..."

Sunday, July 12, 2009

sepetang aku yang santai..

Posted by UmmuL SyabinaR at Sunday, July 12, 2009 0 comments
assalamualaikum... hari ini hari yang agak memenatkan ana..asyik hujan dari semalam menunjukkan rahmat Allah pada kita..alhamdulillah...syukur atas nikmatMu...


petang2 mcm ni..tiba2 ana teringin nak makan sesatu yang bulat...alamak apa tu..benda ape yg bulat?? time tgh drive teringat pula masa beli kek pengantin dgn kak bal..ada donut...



donut kan bulat...then ana ckp kat mama..."mama boleh tak sya nak pergi satu tempat?teringin sangat...."

mama pun cakap..."boleh sayang....mama tau nak donut kat kek sayang..."..huhu bestnya ada ibu yang sgt memahami ni...hihi..

tunggu apa lagi..terus bawak keta U turn balik..adik temankan then mama pesan mee abu yang jual kat sebelah kedai kek sayang tu...nak buka puasa..



wah....sedapnya donut2 yang comel ni...harga pun boleh tahan la kan....6biji RM8.






hari sabtu ni...ade date dgn ustaz akli kat kuin..hihi

Saturday, July 11, 2009

..ammar dah senyum...

Posted by UmmuL SyabinaR at Saturday, July 11, 2009 0 comments
assalamualaikum..sihat ke semuanya? ana harap semuanya sihat dibawah naungan Allah Taala.. hari2 ana sibuk dengan tugas2 suri rumah..mengemas rumah,memasak,menjaga ammar dan ummu ammar..alhamdulillah ana begitu senang dengan kehadiran ammar yang lebih membahagiakan lagi keluarga kami..menceriakan hidup kami..ammar sayang...makteh sayang ammar..!! hari ini genap 7hari usia ammar..ana setiap hari memerhatikan raut wajahnya yang begitu sangat comel..dan inilah kali pertama ammar tersenyum....^_^ ~(senyum kat makteh lak tuh..huhu)




ammar sedang tidur..




ammar sedang menangis...

ammar pakai sarung kaki yang maktok belikan...hehe




ammar yang sudah kenyang..





ammar dah tak menangis masa mandi..pandainye..





ammar bayi yang bijak dan taat..senang nak jaga dia..xsusah pun...(kan ammar kan..hihi) semakin hari dia dah pandai buat muka yang orang tahu apa yang dia nak..gambar kat bawah ni dia tengah mengeliat...pe makna nya eh??(nak tidor la tu....)





ini pulak muka time dia lapar...(nak minum susu)




haha...ini tengah buat ape ni...?? comel nye buah hati makteh ni....




wajah seorang putera yang sedang memikirkan masalah rakyat jelata..dalam hati ammar cakap.."bila la rakyat jelata beta ni nak maju ke hadapan ni..."





ini muka ammar time tengah hairan..tambahan pula kalau tengah tgk hidung maksu nye...hihi dia dalam hati ckp.."ni gua ape ni...."haha..jgn marah adik ye...


keadaan ammar selepas mandi..hensem nye...^_^




ok..makteh sentiasa doakan ammar..ummu ammar dan abu ammar sentiasa dalam kemudahan..yang susah minta allah permudahkan segala urusan..

Wednesday, July 8, 2009

..koleksi ammar sayang..

Posted by UmmuL SyabinaR at Wednesday, July 08, 2009 4 comments























umur : 4 hari

Friday, July 31, 2009

serikandi ummu sulaim


dia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Ansor suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah ayah saudaranya yang bernama Malik bin Nadhar memperisterikannya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita solehah yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.

Pada saat Rasululllah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim terus memeluk agama Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahiliah


Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui isterinya telah memeluk Islam. Dengan dada gemuruh kerana marah, ia berkata pada Ummu Sulaim: "Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!"

"Saya tidak murtad. Justeru saya kini telah beriman," jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil untuk mengucapkan dua kalimah syahadah.

Melihat kesungguhan istreinya serta pendiriannya yang tak mungkin menggoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak mampu mengendalikan amarannya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai isterinya mahu kembali kepada agama nenek moyang mereka. dia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan ia bertemu dengan musuhnya, kemudian dia dibunuh..

Saat mendengar khabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan beliau berkata, "Saya akan tetap menyusui Anas sampai dia tak mahu menyusu lagi, dan saya tidak akan sekali-kali ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku."

Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah solallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira. Dan dari semua keputusannya itu, Ummu Sulaim kemudian banyak dibicarakan orang dengan rasa kagum.

Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawapan Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meskipun Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,

"Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahawa sembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mahu menyulutnya api nescaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu."

Perkataan Ummu Sulaim amat menghentam dadanya. Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar. Namun itu semua merupakan realiti yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa.disebabkan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, lain kesempatan yang datang lagi menjumpai ibunda Anas dan membawa mahar yang lebih mewah serta kehidupan kaya.

Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakkannya yang halus ia menjawab, "Sesungguhnya saya tidak terdaya menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak rela bagiku menikah denganmu. Cuba Anda teka apakah keinginan saya?"

"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah. "Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," kata Ummu Sulaim spontan.

"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" Tanya Abu Thalhah. "tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hinnga tanpa terasa di hadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahawa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."

Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Anas, "Bangunlah wahai Anas."

Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

Abu Thalhah sendiri adalah seorang koperat ternama dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai iaitu tanah perkebunan "Bairuha". Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:

"Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." (Ali Imran:92)

Mendengar ayat ini, Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan, "Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak Anda, wahai Rasulullah."

Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, "Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk keluarga kalian."

Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak suadaranya dan anak keturunan bapa saudaranya. Tidak berapa lama Alah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu Umair. Suatu hari, burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu telah lalulah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan bertanya, "Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?"

Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan sabar ini. Tiba-tiba saja, cahayamata mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya begitu cemas dan susah hati. Padahal ia adalah putera kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah kesihatan dan keadaan puteranya dan dia belum merasa tenang apabila belum melihatnya. Tepat pada waktu solat, Abu Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, puteranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.

Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu Sulaim lantas menidurkan puteranya di atas katil dan melafazkan berulang-ulang kali, "Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un." Dengan suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, "Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal puteranya pada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya."

Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah kering. dia menyambut kedatangan suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.

"Bagaimana keadaan puteraku sekarang?"

"Dia lebih tenang dari biasanya." Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.

Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok puteranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga mengira puteranya dalam keadaan sihat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.

Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menenteramkan suaminya perihal puteranya, karana dia menyedari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia membiarkan suaminya tertidur.

Menjelang subuh, barulah Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, "Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si peminjam enggan mengembalikannya?"

"Tidak," jawab Abu Thalhah.

"Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?" "Wah, mereka benar-benar tidak waras," Abu Thalhah menukas.

"Demikian pula puteramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia," kata Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, "Kenapa baru sekarang kau memberitahuku?"

Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirjak dan memuji Allah dengan hati yang tenang.

Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, "Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua."

Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putera yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami isteri itu disebabkan suatu peristiwa. hinggakan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji syurga dalam sabdanya

"Aku memasuki syurga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya "Siapakah ini?" Penghuni syurga spontan menjawab "Ini adalah Rumaisha binti Milhan, ibu Anas bin Malik."

Selamat untukmu Ibunda Anas!

..teringat..



muhammad-baju putih
mujahid-baju hitam
ziyad-baju biru
mubarak-baju oren







lokasi : bilik mereka
lagu : kegemilangan islam
hubungan : adik beradik kesemuanya(anak2 pegawai kedah-mesir)
bakat : bermain muzik dan bernasyid
tujuan ana letak kat sini : tetiba ja teringat..huhu

Thursday, July 23, 2009

kenapa lama menyepi?

assalamualaikum..hmm...sihat semuanya?syukur alhamdulillah Allah masih berikan nikmat kesihatan buat kita semua..dengan nikmat kelapangan ini juga ana tergerak hati untuk membuang segala sawanag2 yang ada di blog ini....hehe "kenapa lama menyepi??" ana telah ditanya oleh seseorang tentang soalan ini..kenapa eh...huhu "saya amat sibuk ketika ini.."..buat apa la yang sibuk tu...mengajar ke?ada program?jadi fasi lagi?pergi mengaji ke?..huhu bila la ana nak buat semua ni macam tahun lepas ana balik...hmmm tapi tahun ini amatlah berbeza dari tahun lepas..disini ana lampirkan aktiviti mulia ana untuk org2 yang kat mesir tuu..haha

7pg-8pg : jadi driver hantar mama dan adik pergi sekolah.
8pg-10pg : membuat kerja2 amal seperti sidai baju,mengemas,menyapu sampah dan sewaktu dgn nya.
10pg-11pg : bagi mandi ammar,membakar dan membalut tungku(ini untuk org lepas bersalin,sejenis besi yg agak pjg,teramatla berat bagi ana laa..caranya letakkan diatas dapur kemudian letakkan anak batu dihujungnya supaya takpanas tempat pemegang. dah agak panas tu angkat balut dgn kain lama yang tak guna tu..jgn pi ambik kain baju pulak terbakar kang. then balut dengan daun kapal terbang atau daun lemuni atau daun mengkudu..sekian)~perlu ke ana menceritakan semua ini pada kalian???adoyai....
11pg-12tghari : memasak..hihi antara menu yang jemu kena masak ialah "ayam masak lada"
untuk pengetahuan semua ini adalah masakan untuk org dalam pantang..kalau pantang 60hari?? takkan nak makan ni je? jawapannya adalah tidak...kalau ana dah taklarat nak masak menu ini ana akan menukar kepada menu "gelama masak asam"..kesian kak bal ye..hari2 makan ayam dgn ikan gelama jee..huhu sabar jelah..kesian kat ana gak hari2 kena masak ayam dgn ikan gelama jee..........huhu mesti adik beradik satu hati kat mesir tu kagum dgn ana kan? suka untuk ana katakan disini..."saya dah boleh masak sikit2.." macam tak best je bunyi..."saya dah terer memasak" hehehe
1ptg-4ptg : main2 dgn ammar yang suka tidur time ni..kadang2 kacau dia..hihi
5ptg-6ptg : pergi ambil mama dan adik..kadang2 singgah kedai makan abang kat depan tuu..."pau" apa yang patut..hehe selalunya air milo laa..(faham ke tak ni.....)
6ptg-7ptg : membantu mama berkebun..opps...! silap...menengok mama berkebun..huhu taksuka nya berkebun....tolong...bila agaknya ana ni nak rajin macam mama..asyik tanam pokok je.. ana balik2 terkejut tol tetiba ada pokok yang tidak pernah ditemui sebelum ini...berikut adalah pokok yang tiba2 je boleh tumbuh ..hihi (mama yang tanam la....)




pokok kaktus...~baru sahaja ditanam








kaktus lagi






pokok mempelam atau pokok mangga..isinya tersangatlah manis dan sedap ..kalu dijual harganya 4biji rm10..kalo kat disini ..berbiji2 pun free..hihi





orkid..alamak ternampak mama..cepat larii..




bongsai??yeke...tak tahu laa...





"kau mawarku.."warna pink taktahan tuh...wangi...(abaikan yang sebelah nye..sila buat2 taknampak)
keladi??huhu sapa la parking keta sampai kedepan tu...kena pokok mama kang..ish2..



buah mata kucing...sungguh tak sangka..manis pulak tu...



buah amra...betul ke namanye ni?yang ni besar sikit..





buah amra lagi...yang agak kecil..rasanya manis masam2..rapuh..kat mesir takde ye..harap maklum.



"citam" dan "cirah" ..hehe nmpk tak seorang wanita di beranda rumah ana itu?ya..beliau adalah seorang wanita yang sangat rajin..untuk pengetahuan semua beliau sedang membasuh beranda dan tingkap..rajin kan..ya memang sangat rajin sehingga terpaksa menarik paip getah lalu menyiramnya seperti menyiram kearah pokok tanpa menghiraukan org yang akan mop nanti..org yang telah mengemop sebanyak 8kali itu adalah ana..huhu ini menyebabkan kawasan itu tersangat lah bersih...hihi
8mlm-9mlm : selesai masak dan makan kemudian baca buku sikit2 la..menghafal Quran ke..huhu~rajin tol.. pastu tengok tv..(entah pape) kadang2 buka ternet tgkla apa yang patut..hmm..bosannn....



ok sekian sahaja laporan ana untuk kali ini..tugas2 yang ana lakukan ini sangat mulia bukan? hmm...doa untuk ana ye..natijah dah nak keluar...ana nak najah..huhu semua org nak najah jugak..."Ya Allah..berikanlah kejayaan kepada kami..duniaMU dan akhiratMU..." jom nak pergi masak...jaga diri,jaga iman,jaga akhlak..salam..

"akhlak bunga diri,hilang akhlak hilanglah seri..."

Sunday, July 12, 2009

sepetang aku yang santai..

assalamualaikum... hari ini hari yang agak memenatkan ana..asyik hujan dari semalam menunjukkan rahmat Allah pada kita..alhamdulillah...syukur atas nikmatMu...


petang2 mcm ni..tiba2 ana teringin nak makan sesatu yang bulat...alamak apa tu..benda ape yg bulat?? time tgh drive teringat pula masa beli kek pengantin dgn kak bal..ada donut...



donut kan bulat...then ana ckp kat mama..."mama boleh tak sya nak pergi satu tempat?teringin sangat...."

mama pun cakap..."boleh sayang....mama tau nak donut kat kek sayang..."..huhu bestnya ada ibu yang sgt memahami ni...hihi..

tunggu apa lagi..terus bawak keta U turn balik..adik temankan then mama pesan mee abu yang jual kat sebelah kedai kek sayang tu...nak buka puasa..



wah....sedapnya donut2 yang comel ni...harga pun boleh tahan la kan....6biji RM8.






hari sabtu ni...ade date dgn ustaz akli kat kuin..hihi

Saturday, July 11, 2009

..ammar dah senyum...

assalamualaikum..sihat ke semuanya? ana harap semuanya sihat dibawah naungan Allah Taala.. hari2 ana sibuk dengan tugas2 suri rumah..mengemas rumah,memasak,menjaga ammar dan ummu ammar..alhamdulillah ana begitu senang dengan kehadiran ammar yang lebih membahagiakan lagi keluarga kami..menceriakan hidup kami..ammar sayang...makteh sayang ammar..!! hari ini genap 7hari usia ammar..ana setiap hari memerhatikan raut wajahnya yang begitu sangat comel..dan inilah kali pertama ammar tersenyum....^_^ ~(senyum kat makteh lak tuh..huhu)




ammar sedang tidur..




ammar sedang menangis...

ammar pakai sarung kaki yang maktok belikan...hehe




ammar yang sudah kenyang..





ammar dah tak menangis masa mandi..pandainye..





ammar bayi yang bijak dan taat..senang nak jaga dia..xsusah pun...(kan ammar kan..hihi) semakin hari dia dah pandai buat muka yang orang tahu apa yang dia nak..gambar kat bawah ni dia tengah mengeliat...pe makna nya eh??(nak tidor la tu....)





ini pulak muka time dia lapar...(nak minum susu)




haha...ini tengah buat ape ni...?? comel nye buah hati makteh ni....




wajah seorang putera yang sedang memikirkan masalah rakyat jelata..dalam hati ammar cakap.."bila la rakyat jelata beta ni nak maju ke hadapan ni..."





ini muka ammar time tengah hairan..tambahan pula kalau tengah tgk hidung maksu nye...hihi dia dalam hati ckp.."ni gua ape ni...."haha..jgn marah adik ye...


keadaan ammar selepas mandi..hensem nye...^_^




ok..makteh sentiasa doakan ammar..ummu ammar dan abu ammar sentiasa dalam kemudahan..yang susah minta allah permudahkan segala urusan..

Wednesday, July 8, 2009

..koleksi ammar sayang..
























umur : 4 hari
 

::..DISEBALIK KACA ISTANAKU..:: Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal